Shell Oil adalah grup perusahaan energi dan petrokimia global yang merupakan salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia, dengan kantor pusat di Inggris dan Belanda. Shell beroperasi di lebih dari 70 negara, memproduksi dan menjual berbagai produk seperti bahan bakar, pelumas, dan petrokimia, serta berinvestasi dalam energi terbarukan. Perusahaan ini juga memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak akhir abad ke-19.
Gambaran Umum
- Sifat Perusahaan: Grup perusahaan energi dan petrokimia global dengan sekitar 93.000 karyawan di lebih dari 70 negara.
- Produk Utama:
- Bahan Bakar: Menjual berbagai bahan bakar, termasuk bahan bakar dengan oktan tinggi seperti Shell V-Power Nitro+ yang diklaim dapat membersihkan endapan mesin dan mengembalikan performa.
- Pelumas: Menjadi produsen pelumas proses terkemuka dengan berbagai produk untuk kendaraan dan industri, seperti oli mesin dan pelumas transmisi (Shell Spirax) yang dirancang untuk menghemat biaya dan memperpanjang umur komponen.
- Petrokimia: Memproduksi berbagai produk petrokimia.
- Energi Terbarukan: Berinvestasi dalam energi terbarukan dan teknologi inovatif.
- Pendekatan Inovatif: Menggunakan teknologi canggih dan pendekatan inovatif, seperti Teknologi PurePlus yang mengubah gas alam menjadi oli dasar yang sangat murni untuk pelumas.
Cabang di Amerika Serikat
- Shell Oil Company (SOC): Cabang utama Amerika Serikat dari Royal Dutch Shell.
- Operasi di AS: Merupakan salah satu produsen gas alam dan minyak, pemasar gas alam, dan produsen petrokimia terbesar di AS.
- Kantor Pusat di AS: Berada di Houston, Texas.
Sejarah Singkat
- Awal Berdiri: Berasal dari Shell Transport and Trading Company, yang didirikan oleh Samuel bersaudara pada tahun 1893.
- Perkembangan: Melakukan ekspansi pesat selama periode antar-perang, mengembangkan teknik pengeboran baru, dan mendirikan Shell Chemicals untuk mengembangkan pemurnian bahan kimia dari minyak.
- Logo: Logo “Pecten” (kerang) digunakan pertama kali pada tahun 1930.
